Tidak sesuai dengan di kuliah

Tadi siang sehabis ngirim barang ke proyek saya iseng singgah liat para tukang besi bekerja, lumayan dapat berbincang-bincang sambil berbagi pengalaman dengan tukang, menyocokkan apa yang ada dibangku kuliah dengan dilapangan…hehhee… ternyata para tukang kurang tau mengapa tulangan balok tumpuan itu diatas, dan tulangan lapangannya dibawah, bukan bermaksud menggurui, tapi mereka pengen tau mangapa hal tersebut tidak dibalik saja penempatannya. Ada dari sebagian mereka berpendapat, tulangan dekat kolom mestinya lebih banyak di bawah, kemudian dibagian tengah (lapangan) letaknya diatas. Karena mereka pikir konsepnya sama seperti bangunan bale bali/ (canggah wang). Jadi saya jawab saja, (tergantung beban, dan momen yang ditimbulkan)..hehehe…mereka sendiri nggk tau juga apa itu momen…hihihi rugi ngejelasinnya….

di bagian balok ada tulangan yang menurut saya kurang sesuai, mungkin mereka kekurangan besi atau males ngerjainnya, begini hasil foto yang saya jepret :

bagian tulangan tumpuannya ada yang kependekan, dan tidak sampai ke ujung dari kolom. Padahal menurut pelajaran waktu saya kuliah itu sangat berbahaya, kekuatan pasti jadi menurun, padahal seharusnya ada 8 buah tulangan longitudinal menjadi berkurang menjadi 7 buah, tentu luasnya semakin kecil. Tulangan gesernyapun bentuknya kurang sempurna, dan pengikatannya dengan kawat benderat kurang erat.

Iseng lagi saya liat-liat, ternyata ada yang tidak sesuai menurut saya, ini gambarnya:

dari samping :

dinding penahan tanah dari depan:

hasil cor dinding penahan tanahnya kurang bagus, baja tulangan (klu tukang nyebutnya besi) masih kelihatan, menurut saya itu berbahaya, karena langsung terhubung dengan udara dan air, maka bisa terjadi karat bukan?? hehe…

setelah karat, maka kekuatan dinding menjadi turun karena mengalami korosi. memang nantinya lobang tersebut akan diurug dengan tanah urug, tapi saya kurang sesuai saja seteha melihat dan terpikir dikepala itu tidak sesuai.

Dinding penahan tanah tersebut didalamnya tersusun dari baja bertulang mamakai besi 8 tes dengan jarak 15 cm tetapi pada bagian kolom yang menonjol masih terlihat tulangannya. Kemudian diluar dari beton bertulang tersebut dipasang batako.

ya sementara sie itu saja yang kurang menurut saya…hehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: