Persiapan Sebelum Melakukan Pengecoran

Sebelum melakukan pengecoran pada pembangunan konstruksi berlantai, ada hal-hal yang menurut saya sangat penting diperhatikan. Berdasarkan dari pengetahuan di lapangan jarang sekali seseorang melakukan pengecekan, apakah tahap selanjutnya sudah bisa dilanjutkan atu tidak. Bila  telah selesai pembesian lantai biasanya dilangsungkan ke pengecoran. Padahal hal ini sangat berbahaya dan sangat merugikan bila tidak diperiksa. Bila proyeknya lancar saja itu berarti nasib emang lagi bagus ya. Nah, klu proyek yang cukup besar, misalkan bentang baloknya melebihi 6 meter, maka itu perlu diwaspadai. Seandainya terjadi kegagalan, misalkan pas dilakukan pengecoran steger kita ambuk, sungguh malang nasib sang kontraktor, owner tidak mempercayai lagi, kontraktor rugi, bisa saja pekerjaan pengecoran tersebut harus di ulang total, berapa banyak kerugian yang diderita kontraktor, nama kontraktor juga tercoreng, mungkin saja akan jarang mendapatkan proyek lagi.

menurut saya :

Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pembesian lantai adalah

  1. mengecek kembali penulangan lantainya apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan (bisa saja kan pada waktu pekerjaan pembesian ada yang kurang besinya…hehehe, itu berpengaruh juga menurut saya, siapa tau pas membuka bekisting lantai kita melendut karena kekurangan beberapa besi)
  2. memeriksa bekisting dan steger, kedua bagian tersebut harus,  dicek, apakah bekisting sudah kuat menerima beban pengecoran beserta para pekerjanya yang ngecor, serta stegernya apakah jarak antara steger sudah aman menerima beban pengecoran, bila dari bambu atau kayu, sebaiknya dikasi plang diagonal yang dipaku dengan cukup kuat bila perlu diikat dengan kawat benderat.
  3. Paku yang digunakan juga mesti dicek, keruntuhan bisa terjadi akibat lemahnya dukungan paku, bambu sama kayunya sudah kuat tetapi paku yang digunakan untuk menghubungkan steger penopang dengan bekisting tidak kuat. bisa saja jadi runtuh kan…hehehe
  4. tanah penopang steger juga harus di cek apakah terjadi penurunan, bila terjadi penurunan maka hasil cor lantai nya bisa melendut juga kan…, cara mengatasinya diisi papan potongan kecil dibawah steger tadi, bila lantai bawahnya sudah di beton maka itu sudah cukup lebih baik daripada lantai bawahnya yang berupa tanah.
  5. saat pengecoran berlangsung menurut saya lebih baik, pekerjanya jangan berkumpul pada satu titik yang sama, dan hati-hati melakukan pengecoran agar pembesian lantainya tidak terjadi pergeseran.
  6. oya…satu lagi, menurut saya setelah di cor jangan terburu buru membuka steger dan bekistingnya, biarkan beton kering dengan sempurna, menurut yang sayaa ketahui biarkan sampai 28 hari steger dan bekistingnya, bila dibuka lebih dulu, bisa saja daya tekan beton belum optimal, maka terjadilah lendutan, bisa saja sampai ambruk.
  7. saya rasa cukup sekian, semoga bermanfaat….klu ada masukan silahkan komen, saya masih belajar…hehehe

Satu Balasan ke Persiapan Sebelum Melakukan Pengecoran

  1. Kris mengatakan:

    menurut aturan ACi (lupa yg mana), steger bisa dilepas minimal bila kekuatannya telah mencapai 70 % (sekitar seminggu bila pake semen type 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: